ImageBantu Para Pejuang Kanker Untuk Raih Kesembuhan...
Image

Bantu Para Pejuang Kanker Untuk Raih Kesembuhan

Rp 9.511.923 terkumpul dari Rp 100.000.000
206 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Kesehatan adalah aset yang sangat berharga dalam tubuh kita, semua orang lebih memilih untuk sehat. Namun ujian bagi penderita kanker yang terkena penyakit yang amat ganas hanya bisa berusaha berjuang untuk sehat kembali. 

Salah satu pasien kanker ganas yang amat mencekik dikerongkongan dialami oleh seorang kepala keluarga, yaitu Pak Maryani (39 tahun). Menahan sakit yang teramat mencekik, kanker yang menekan kerongkongan yang dirasakan pak Maryani selama 10 bulan. Dokter mengatakan pak Maryani terkena kanker ganas Nasofaring. 

Dalam 3 bulan belakangan ini pak Maryani tidak melanjutkan pengobatan terkendala biaya. Pak Maryani memiliki 3 orang anak yang masih kecil-kecil dan masih butuh biaya sekolah. Perekonomian keluarga Pak Maryani lumpuh ketika pak Maryani jatuh sakit. Menjual barang-barang berharga seperti televisi, kulkas, handphone, motor menjadi bekal untuk pengobatan. Namun pengobatan yang cukup lama membuat bekal tersebut habis, karena pengobatan pak Maryani berada di pusat kota besar sedangkan rumah pak Maryani berada di plosok daerah, pengeluaran untuk sewa mobilpun sangat mahal, belum lagi obat-obatan yang tidak tercover oleh BPJS. 

“Saya berinisiatif untuk jualan mas, bantuin bapak dan ibu, kasian saya mas liat bapak 3 bulan berenti berobat. Tidak ada yang nyuruh saya untuk jualan, saya juga jualan sepulang saya sekolah. Adik saya malah mau ikut jualan mas, jadi saya ajak. Kami bertiga pengen bapak sembuh, kami enggak pengen jadi anak yatim” Denis (14 tahun). Tidak adanya paksaan dari orang tua yang mengharuskan Denis dan putra (8 tahun) berjualan, keinginan mereka berdua karena melihat ayah yang sering mengeluh kesakitan sedangkan ingin melanjutkan pengobatan sudah tidak memiliki biaya. 

Kanker ganas yang selalu menggrogoti tubuh Pak Maryani membuat tubuh Pak Maryani semakin lemah, karena selama 3 bulan belakangan ini Pak Maryani berhenti pengobatan. Setiap harinya Pak Maryani selalu merintih kesakitan, hanya obat pereda nyeri beli diwarung sebagai penawarnya. Setiap kali Pak Maryani selalu mengalami sesak karena benjolan kanker yang berada dileher Pak Maryani semakin membesar, hal tersebut karena benjola kanker yang membesar menekan kerongkongan Pak Maryani. 

“Enggak tega lihat suami selalu merintih kesakitan. Pengen banget mas, saya bawa suami saya kerumah sakit, tapi apa daya mas, mau sewa mobil bekal juga sudah habis. Dokter pernah bilang kalo enggak berobat lagi kankernya bakalan menjalar dan bahkan bisa merenggut nyawa suami saya” tutur Ibu Dewi (38 tahun)

Tak kalah memilukan kisah dari Mbah Jawariah (62 tahun) terdiagnosa kanker ganas payudara. Yang seharusnya mbah Jawariah menikmati hari tua namun, Mbah harus berjuang melawan penyakit mematikan yang selalu menghantui banyak kaum wanita. Kanker ganas yang dialami mbah Jawariah semakin membesar dan sering mengeluarkan darah dan nanah dan disertai dengan aroma yang tak sedap

Sudah 1 tahun Mbah Jawariah harus berjuang melawan ganasnya kanker, namun sudah 2 bulan belakangan ini Mbah Jawariah berhenti pengobatan dikarenakan bekal yang sudah habis. Sudah banyak pengorbanan yang dijual untuk menjadi bekal dari menjual motor serta menjual rak piring, namun pengobatan kanker yang amat begitu lama membuat bekal mbah semakin menipis dan habis. 

Mbah Alek (69 tahun) hanya seorang penjual gerabah yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, jika terhitung adanya sisa mbah Alek langsung membeli perlengkapan kesehatan seperti NACL, kasa steril dan betadine, namun jika tidak ada sisah mbah Alek hanya menggunakan air hangat dan lap untuk membersihkan luka yang mengeluarkan darah segar dan nanah. 

“Saya jualan gerabah untungnya enggak nentu mas, tapi rata-rata alhamdulillah saya dapet 20.000, bekal pas saya jualan cuma air minum untuk mengganjal perut. Kalau saya beli nasi 10.000 terus saya makan sendiri, mending saya bawa pulang biar istri saya juga ikut makan” tutur mbah Alek

Kondisi yang semakin memburuk dan kanker yang semakin mengganas membuat mbah Jawariah selalu merintih kesakitan. Dokter mengatakan jika tidak segera dilakukan pengobatan kembali kanker akan menjalar dan bahkan akan merenggut nyawa mbah Jawariah. Namun apadaya hanya bisa pasrah akan keadaan, terkendala biaya mbah Jawariah mengurungkan untuk tidak melanjutkan pengobatan. 

Sahabat pak Maryani dan mbah Jawariah merupakan 2 dari ratusan pejuang kanker, yang saat ini berhenti pengobatan. Jika tidak segera dilakukan pengobatan kanker mereka akan semakin menjalar dan bahkan yang lebih fatal bisa merenggut nyawa. Bantu mereka yuk agar mereka segera melanjutkan pengobatan kembali. 

#OrangBaik, yuk bantu perjuangan para pejuang kanker menggapai kesembuhan dengan cara:

1.⁠ ⁠Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.⁠ ⁠Masukkan nominal donasi
3.⁠ ⁠Pilih metode pembayaran transfer Bank
4.⁠ ⁠Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi. 

Terima Kasih Orang Baik!

Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Respek Peduli Lampung.

Penafian : Hasil penggalangan dana ini akan di belikan tanah dan di bangunkan rumah, juga untuk modal usaha, bantuan pangan dan pendidikan. Jika ada kelebihan donasi, akan disalurkan dalam program respek yatim piatu. Informasi lebih lanjut dari penggalangan dana ini, bisa hub 087771838123

Kabar Terbaru

Donatur (206)

HAL1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 402.964
Orang Baik1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.612
Tiga priyatna1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 54.104
Yuhana1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 29.543
Orang Baik1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 53.692

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close