ImageDitelantarkan Ayah. Anak Berjuang tuk Ibu Buta...
Image

Ditelantarkan Ayah. Anak Berjuang tuk Ibu Buta

Rp 94.905.424 terkumpul dari Rp 150.000.000
1259 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

 

“Lapar ya dek? Sabar ya. Jualan kita belum laku. Nanti kalo udah dapat uang, baru beli makan ya”, ujar sang kakak menenangkan adiknya. 

epTbQZYwDekEFcP1BuN4uZfh2aCl_WrCGZ0yCm47pCdNnb4MB9FmNu-dPh_cjmvrplAUWYBWpuyulWfPtszyur5pIe6-65CQto8_GbRgoxQ4G2blos7UIa7N5F26-jsnAsVXCXona54k-Ao UI8wpJ_8tGew49uh0SVq96v1fyD0ntc85U6zIUf3BdpFHXg

Begitu berat kehidupan yang dijalani Wiranto (10) dan adiknya Satian (6). 

Satian lahir dalam kondisi penglihatan yang sangat rabun. Sementara ibu Masriah (36) mengalami kebutaan yang mengakibatkan terkena percikan batu saat bekerja sebagai kuli pecah batu. 

Yang lebih menyedihkan, sang ayah pergi menikah lagi dan tak pernah kembali! Ibunya pun mengalami depresi. 

“Apakah alasan ayah ninggalin kami hanya karena ibu buta dan Satian juga tidak bisa melihat dengan jelas?”

m1lhPBSBpOBXUwy4EBb4xjSUUA25236Ok35ezXDV6fItl7ZhGVTXPEA16Nuq1MdYdJfXn_7K0I4nSU5K9y2vdEtuSxD3NT6xSh-38KTMp9N9XwbW-Ha4SrFTt709iz-q7ZROMsWuRYDIhis2 GDalkiObD0WTEDhcdl82qse8zyXdWIe3uuvIQ5_sbFqgA

“Kasian ibu kak, kerjanya cuma murung sendiri di kamar, nangis terus. Kami selalu menguatkan ibu bahwa ada kami yang sayang dan tidak akan meninggalkan ibu dalam kondisi apapun”, ungkap Wiranto. 

Keadaan seperti ini membuat Wiranto sering di bully oleh teman-temannya. Ayahmu selingkuh, ibumu buta, ibumu gila! Dasar miskin..

Hinaan yang masuk ke telinga Wiranto tak dipedulikan, ia malah bertekad memperbaiki ekonomi keluarga. Wiranto membawa adiknya menjual es balon yang diambil dari warung tetangganya. Es tersebut ia jual dengan harga Rp 1.000/buah dan mereka hanya mendapat keuntungan 300 perak/buah!

IITYstlq2EwsFtBbLFL745DDW8MOeSG3NQA-tX4t2XsD8lT1Ob62UShOanTqyf_ejh5DQDtnROVDTgy8muVRs1KpZs-rZ_EeguoMpezJWvXTOy5ICbsWHLLudCtmNKC4fKRLlcFUic9n4e901A pIKnRay9bfoLQFc31cETqNBgJacXpAvfidxN_SPxaOnw

“Kalo habis semua, untung buat kami Rp 15.000. Uangnya saya beli beras biar kami bertiga bisa makan. Tapi gak tiap hari habis..”

“Aku dan adikku udah jalan jauh tapi esnya gak habis. Kasian adik juga..dia dari kecil udah sakit-sakitan, bahkan pernah hampir pingsan karena kelaparan.” - Wiranto. 

Tak bisa dibohongi, Wiranto iri dengan teman-temannya yang asik bermain tanpa beban bersama kedua orang tuanya sementara ia dan adiknya harus berjuang demi bisa bertahan hidup bersama ibunya.

Kasih sayangnya terhadap ibu dan adiknya sungguh sangat luar biasa. Ia rela banting tulang, mengerjakan apa yang dilakukan orang dewasa: mencari nafkah, bebersih rumah, memasak hingga mencuci.

fEZ3Kk97D7ZMtYwXipqZcEw0_aY2Z_GZzo3I_q-NmKF21Z5CeRqRmeB2uMrvsziz6ZBCG2AQkjudwLEUufHakVVUHxCtKdkXCIFdFBIA0nikI4UzSgyLgYmd0UmKOEJ7FIb-OhWFN5rc6V 8U1AvUWzh26frCI8uF97I-Q1aVWri8k2KrRrRg6ZTyvMMpWA

Dalam setiap hembus nafas perjuangannya, Wiranto selalu berdoa meminta kesehatan dan kelancaran rezeki agar ia bisa membawa ibu berobat dan membahagiakan ibu dan adiknya. Tidak muluk cita-citanya, selain melihat keluarga kecilnya bahagia, ia ingin bisa membeli kasur agar mereka bisa tidur di kasur empuk.

Maka dari itu, yuk bantu Wiranto, dengan cara: 

1.⁠ ⁠Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.⁠ ⁠Masukkan nominal donasi
3.⁠ ⁠Pilih metode pembayaran transfer Bank
4.⁠ ⁠Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi. 

Terima Kasih Orang Baik!

Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Respek Peduli Lampung.

 

Kabar Terbaru (3)

Donatur (1259)

Yusuf Al Fatih1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.499
Orang Baik1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 14.656
A1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 29.596
Adi1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.426
Achmad basori1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 28.548

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close