“Lapar ya dek? Sabar ya. Jualan kita belum laku. Nanti kalo udah dapat uang, baru beli makan ya”, ujar sang kakak menenangkan adiknya.

Begitu berat kehidupan yang dijalani Wiranto (10) dan adiknya Satian (6).
Satian lahir dalam kondisi penglihatan yang sangat rabun. Sementara ibu Masriah (36) mengalami kebutaan yang mengakibatkan terkena percikan batu saat bekerja sebagai kuli pecah batu.
Yang lebih menyedihkan, sang ayah pergi menikah lagi dan tak pernah kembali! Ibunya pun mengalami depresi.
“Apakah alasan ayah ninggalin kami hanya karena ibu buta dan Satian juga tidak bisa melihat dengan jelas?”

“Kasian ibu kak, kerjanya cuma murung sendiri di kamar, nangis terus. Kami selalu menguatkan ibu bahwa ada kami yang sayang dan tidak akan meninggalkan ibu dalam kondisi apapun”, ungkap Wiranto.
Keadaan seperti ini membuat Wiranto sering di bully oleh teman-temannya. Ayahmu selingkuh, ibumu buta, ibumu gila! Dasar miskin..
Hinaan yang masuk ke telinga Wiranto tak dipedulikan, ia malah bertekad memperbaiki ekonomi keluarga. Wiranto membawa adiknya menjual es balon yang diambil dari warung tetangganya. Es tersebut ia jual dengan harga Rp 1.000/buah dan mereka hanya mendapat keuntungan 300 perak/buah!

“Kalo habis semua, untung buat kami Rp 15.000. Uangnya saya beli beras biar kami bertiga bisa makan. Tapi gak tiap hari habis..”
“Aku dan adikku udah jalan jauh tapi esnya gak habis. Kasian adik juga..dia dari kecil udah sakit-sakitan, bahkan pernah hampir pingsan karena kelaparan.” - Wiranto.
Tak bisa dibohongi, Wiranto iri dengan teman-temannya yang asik bermain tanpa beban bersama kedua orang tuanya sementara ia dan adiknya harus berjuang demi bisa bertahan hidup bersama ibunya.
Kasih sayangnya terhadap ibu dan adiknya sungguh sangat luar biasa. Ia rela banting tulang, mengerjakan apa yang dilakukan orang dewasa: mencari nafkah, bebersih rumah, memasak hingga mencuci.

Dalam setiap hembus nafas perjuangannya, Wiranto selalu berdoa meminta kesehatan dan kelancaran rezeki agar ia bisa membawa ibu berobat dan membahagiakan ibu dan adiknya. Tidak muluk cita-citanya, selain melihat keluarga kecilnya bahagia, ia ingin bisa membeli kasur agar mereka bisa tidur di kasur empuk.
Maka dari itu, yuk bantu Wiranto, dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank
4. Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih Orang Baik!
Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Respek Peduli Lampung.