“Kalau hidung saya gak ditutup orang-orang pada takut dan jijik lihat saya, nanti koran saya makin gak laku… Tapi kalau ditutup gini saya jadi susah napas. Apalagi saya udah tua, jalan bentar saja lutut rasanya sakit sekali,” lirih Mbah Rohman.
Usianya saat ini sudah 74 tahun, miris mbah masih harus bergelut dengan kerasnya jalanan. Beberapa kali uang hasil jual korannya dirampas oleh preman. Mbah sama sekali tidak bisa melawan, mau tak mau mbah harus relakan uang berobatnya itu.
Sudah bertahun-tahun mbah berjuang sembuh dari kanker ganas di hidungnya. Awalnya, muncul benjolan merah di hidung beliau, yang kadang terasa gatal dan perih. Lama kelamaan benjolan itu semakin besar serta mulai berisi nanah.
Saat ini hidung mbah sudah habis tergantikan dengan lubang besar di bagian tengah wajahnya. Orang-orang mulai menjauhi mbah karena takut dan tak kuat bau yang kurang sedap dari wajah mbah.
“Benar-benar gak tau dari mana saya bisa kumpulkan uang buat berobat. Hasil jualan koran kadang buat makan sama istri saya saja gak cukup,” ucap mbah.
Dengan kondisi badan yang sudah renta dan sedang melawan kanker ganas, mbah tetap mengerahkan sisa-sisa tenaganya untuk mencari nafkah. Rasanya miris sekali melihat beliau jualan koran di jalan. Langkah Mbah Rohman sudah berat sekali. Beliau juga cuma bekal air putih karena ingin bisa nabung untuk pengobatan…
#OrangBaik, maukah kamu sedikit meringankan perjuangan Mbah Rohman? Mari sisihkan sedikit rezeki kita untuk kesehatan beliau dengan cara: