
Sesak napas pun tak membuat Abah berhenti. Karena di rumah, ada istri sakit yang menunggunya….
Abah Didi (66 tahun) masih harus berjuang keras di usia senjanya. Setiap hari, dengan napas yang sering tersengal karena sakit yang ia derita, Abah tetap berjalan dari kampung ke kampung menjajakan kerupuk dagangan.

Bukan karena Abah ingin terus bekerja di usia tua, tetapi karena di rumah ada sang istri yang sedang sakit parah dan sangat bergantung padanya. Tanpa penghasilan dari Abah, kebutuhan makan dan obat sang istri tidak akan terpenuhi.
Istri Abah kini terbaring lemah akibat sakit yang diderita. Ia sudah tidak mampu beraktivitas sendiri dan membutuhkan perawatan serta obat secara rutin setiap hari.
Setiap pagi, Abah mengambil kerupuk titipan orang lain untuk dijual keliling. Jika laku, ia bisa membawa sedikit uang untuk membeli beras dan obat. Namun jika tidak habis terjual, Abah tetap harus mengganti kerupuk tersebut kepada pemiliknya.

Dalam perjalanan, Abah juga harus menahan sakitnya sendiri. Sakitnya itu sering kali kambuh saat Abah sedang berjualan hingga membuat dadanya sesak dan kesulitan bernafas. Bahkan beberapa waktu lalu, ia sempat terjatuh saat berjualan karena kesulitan bernapas, namun ia tetap memaksakan diri untuk bangkit kembali demi istrinya di rumah.
Di usia senja yang seharusnya bisa diisi dengan istirahat, Abah Didi justru masih terus bertahan demi orang yang dicintai bisa bertahan hidup dan makan dengan layak.
#OrangBaik, hari ini, uluran tangan kita bisa menjadi penguat langkahnya, agar Abah tidak berjuang sendirian demi merawat dan menghidupi sang istri. Temani perjuangan Abah Didi dengan cara:
1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran yang tersedia untuk berdonasi seperti Virtual account (VA), Instant wallet, Bank transfer, QRIS, dan Kartu kredit.
![]()
Menanti doa-doa orang baik